JTCN5-2
120. Menyatakan Larangan (~te wa ikemasen)
Menyatakan hal yang tegas tidak boleh dilakukan (dilarang) dan tidak diizinkan.
Larangan Keras (~te wa ikemasen)
Sebagai kebalikan dari "te mo ii (boleh)", jika kamu ingin mengatakan secara gamblang "Tidak Boleh / Dilarang (Keras)" terhadap suatu tindakan, maka kamu menggunakan akhiran 〜てはいけません (te wa ikemasen).
Aturan inti
- Gunakan kata kerja dalam bentuk TE (〜て).
- Tambahkan はいけません (wa ikemasen) di akhir frasa.
- Perhatikan! Walau kita membacanya "wa", huruf yang kita tulis dalam bahasa Jepang adalah は (ha) (seperti fungsi partikel).
- はいけません itu sendiri adalah sebuah ungkapan kaku, berarti "hal itu buruk / tidak dapat dibenarkan".
Bentuk dan Contoh
Rumus
[Kata Kerja bentuk TE] + はいけません
Latihan
Ubah kalimat bahasa Indonesia berikut ke bahasa Jepang. Klik untuk melihat jawabannya.
Catatan
- Kapan Boleh Dipakai?: Pola ini (bentuk sopan ikemasen) masih terdengar kasar untuk orang yang tidak sebaya atau orang biasa di kehidupan nyata. Secara gramatikal ini dipakai di rambu / pengumuman tulisan (Misal tulisan stiker di kereta: Tabete wa ikemasen). Kalau diucapkan ke sesama secara lisan akan terdengar sedikit otoriter/diktator (laksana guru menyuruh murid). Bagi kehidupan nyata, orang cukup menolak memakai "Sumi masen, sore wa chotto..." seperti yang dijelaskan pada materi izin sebelumnya.