☀️ Hikari (光)
JTCN5-2

120. Menyatakan Larangan (~te wa ikemasen)

Menyatakan hal yang tegas tidak boleh dilakukan (dilarang) dan tidak diizinkan.

Larangan Keras (~te wa ikemasen)

Sebagai kebalikan dari "te mo ii (boleh)", jika kamu ingin mengatakan secara gamblang "Tidak Boleh / Dilarang (Keras)" terhadap suatu tindakan, maka kamu menggunakan akhiran 〜てはいけません (te wa ikemasen).

Aturan inti

  • Gunakan kata kerja dalam bentuk TE (〜て).
  • Tambahkan はいけません (wa ikemasen) di akhir frasa.
  • Perhatikan! Walau kita membacanya "wa", huruf yang kita tulis dalam bahasa Jepang adalah は (ha) (seperti fungsi partikel).
  • はいけません itu sendiri adalah sebuah ungkapan kaku, berarti "hal itu buruk / tidak dapat dibenarkan".

Bentuk dan Contoh

Rumus

[Kata Kerja bentuk TE] + はいけません

Latihan

Ubah kalimat bahasa Indonesia berikut ke bahasa Jepang. Klik untuk melihat jawabannya.

Catatan

  • Kapan Boleh Dipakai?: Pola ini (bentuk sopan ikemasen) masih terdengar kasar untuk orang yang tidak sebaya atau orang biasa di kehidupan nyata. Secara gramatikal ini dipakai di rambu / pengumuman tulisan (Misal tulisan stiker di kereta: Tabete wa ikemasen). Kalau diucapkan ke sesama secara lisan akan terdengar sedikit otoriter/diktator (laksana guru menyuruh murid). Bagi kehidupan nyata, orang cukup menolak memakai "Sumi masen, sore wa chotto..." seperti yang dijelaskan pada materi izin sebelumnya.

On this page