☀️ Hikari (光)
JTCN5-2

129. Menyatakan Kewajiban Formal (~nakereba narimasen)

Cara resmi dan formal mengatakan 'Harus' atau suatu kewajiban absolut dengan akhiran ~nakereba narimasen.

Kewajiban Harus (~nakereba narimasen)

Di Jepang, cara kita mengungkapkan frasa "Harus / Wajib" itu unik. Bukannya memakai kata penunjuk pasti ("Saya "mengambil" nafas"), melainkan menggunakan prinsip negasi balik bertumpuk yang artinya: "Kalau saya TIDAK melakukannya, maka AKIBATNYA TIDAK BISA DIBENARKAN" (If I Don't do it, It Will Not Do).

Aturan inti

  • Gunakan kata kerja dalam bentuk NAI (Negative Kasual / 〜ない).
  • Ganti huruf い (i) di paling akhir Nai dengan ekor panjangan ければなりません (kereba narimasen).
  • Artinya: "Kalau (tindakannya) Tidak (dilakukan), itu Haram/Terlarang/Tak-Tepat" (=> Harus).

Bentuk dan Contoh

Rumus Dasar

[Kata Kerja bentuk NAI buang i] + ければ なりません

Latihan

Ubah kalimat bahasa Indonesia berikut ke bahasa Jepang. Klik untuk melihat jawabannya.

Catatan

  • Mengucapkan ~nakereba narimasen sangatlah panjang dan dipakai jika berbicara ke bos manajer atau presentasi. Bila dengan teman, kita akan MENGHILANGKAN UJUNGNYA atau disingkat. Contohnya "Kaeranakereba..." (Harus pulang euy..). Untuk variasi sehari-hari "Harus" yang tak kalah sering dipakai dalam percintaan/teman di Jepang adalah menggunakan ~nai to ikemasen/dame desu. Saksikan di pelajaran berikutnya.

On this page