JTCN5-2
129. Menyatakan Kewajiban Formal (~nakereba narimasen)
Cara resmi dan formal mengatakan 'Harus' atau suatu kewajiban absolut dengan akhiran ~nakereba narimasen.
Kewajiban Harus (~nakereba narimasen)
Di Jepang, cara kita mengungkapkan frasa "Harus / Wajib" itu unik. Bukannya memakai kata penunjuk pasti ("Saya "mengambil" nafas"), melainkan menggunakan prinsip negasi balik bertumpuk yang artinya: "Kalau saya TIDAK melakukannya, maka AKIBATNYA TIDAK BISA DIBENARKAN" (If I Don't do it, It Will Not Do).
Aturan inti
- Gunakan kata kerja dalam bentuk NAI (Negative Kasual / 〜ない).
- Ganti huruf い (i) di paling akhir Nai dengan ekor panjangan ければなりません (kereba narimasen).
- Artinya: "Kalau (tindakannya) Tidak (dilakukan), itu Haram/Terlarang/Tak-Tepat" (=> Harus).
Bentuk dan Contoh
Rumus Dasar
[Kata Kerja bentuk NAI buang i] + ければ なりません
Latihan
Ubah kalimat bahasa Indonesia berikut ke bahasa Jepang. Klik untuk melihat jawabannya.
Catatan
- Mengucapkan ~nakereba narimasen sangatlah panjang dan dipakai jika berbicara ke bos manajer atau presentasi. Bila dengan teman, kita akan MENGHILANGKAN UJUNGNYA atau disingkat. Contohnya "Kaeranakereba..." (Harus pulang euy..). Untuk variasi sehari-hari "Harus" yang tak kalah sering dipakai dalam percintaan/teman di Jepang adalah menggunakan ~nai to ikemasen/dame desu. Saksikan di pelajaran berikutnya.